Tampilkan postingan dengan label AMT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AMT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juni 2014

Persiapan Outbound
1. Peserta Outbound
Apakah peserta anda anak Sekolah Dasar? pelajar atau mahasiswa? karyawan pabrik? organisasi atau klub? .. Berapa rentang usia peserta anda? ..Apakah jabatan atau posisi peserta yang akan mengikuti program outbound ini?
Mengapa profile peserta menjadi penting? karena latar belakang mempengaruhi watak dan perilaku peserta, dan hal ini tidak bisa diabaikan oleh penyedia jasa pelatihan outbound.
2. Tempat Outbound
Sebelumnya, anda pun harus menentukan kira kira dimana tempat yang akan anda gunakan untuk Lokasi outbound ini, apakah di alam bebas seperti di pegunungan, di tepi pantai, atau cukup di halaman yang luas seperti di kebun?
Sejatinya, Lokasi outbound dilaksanakan di tempat yang memiliki akses ke alam terbuka atau minimal di lokasi yang memiliki area yang luas untuk beraktifitas bebas.
3. Tema Outbound
Bila anda ingin pelatihan outbound training ini sukses, maka anda harus mengetahui tujuan yang ingin diraih oleh tim anda dalam pelaksanaan outbound, penyedia jasa outbound training TIDAK MENGETAHUI apa yang ingin anda capai, andalah yang harus merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam kelompok atau organisasi anda.
Namun demikian tersedia tema tema umum (Game outbound) yang selalu menjadi isu hangat dalam organisasi atau kelompok, biasanya penyedia jasa outbound sudah memahami hal ini mulai dari A sampai Z , terkadang penyedia jasa outbound yang kreatif selalu menyisipkan isu atau hal baru ke dalam training yang mereka selenggarakan sehingga program outbound training ini terasa “baru” dan selalu menyenangkan ..
4. Jasa Outbound
Nah, penyedia jasa outbound Operator ini sangat berperan dalam sebuah pelatihan. Boleh dikata, anda TIDAK MELAKUKAN OUTBOUND TRAINING bila anda hanya datang ke suatu tempat yang menyediakan fasilitas outbound seperti paint ball, flying fox, spider web dan lain-lain ,namun anda tidak di dampingi atau dipandu oleh instruktur ahli yang memiliki pengetahuan yang mumpuni di bidang pengembangan sumber daya manusia.
Semua orang bisa menjadi instruktur outbound, apalagi yang berlatar belakang pencinta alam. namun, itu saja tidak cukup. perlu ada ilmu pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang mendalam mengenai aspek organisasi dan manajemen, ekonomi, sekaligus psikologi dan hal ini tidak akan anda dapatkan bila anda hanya “membeli tiket masuk” lalu sekedar “bermain-main” di alam terbuka saja.
Kesalahpahaman ini yang seringkali muncul dan mengabaikan definisi pelatihan outbound. Kita, sebagai masyarakat awam, juga menjadi buruk sangka dengan penyedia pelatihan outbound yang menyelenggarakan paket outbound dengan biaya yang (terkesan) mahal ..padahal, bila kita paham, tentunya harga yang ditawarkan sangat sepadan dengan pelatihan outbound training dan hasil yang dilaksanakan.
Alat-Alat Outbound
Siapa yang membutuhkan informasi tentang Alat-Alat Outbound adalah orang yang ingin tahu lebih detail tentang Informasi tentang tempat-tempat penjualan serta harga dari alat-alat outbound. Informasi tentang Alat-Alat Outbound merupakan sesuatu yang sangat menarik untuk dipelajari lebih jauh.
Dalam beberapa kasus, informasi tentang Alat-Alat Outbound memang sangat mendesak untuk diketahui terutama dengan semakin banyaknya kebutuhan hidup dan perkembangan jaman yang begitu pesat. Perlunya mengetahui Informasi tentang tempat-tempat penjualan serta harga dari alat-alat outbound terkadang akan menjadi kebutuhan utama jika kondisi memang mengharuskan demikian.
Selain itu semakin banyaknya pelaku bisnis yang mengambil lahan Alat-Alat Outbound sebagai obyek bisnisnya, menjadikan pengetahuan akanInformasi tentang tempat-tempat penjualan serta harga dari alat-alat outbound akan sangat berguna bagi anda yang tertarik mendapatkan penghasilan di bidang Alat-Alat Outbound.
Janganlah anda anggap remeh informasi tentang Alat-Alat Outbound karena Informasi tentang tempat-tempat penjualan serta harga dari alat-alat outbound sebenarnya adalah pengetahuan yang sangat berharga. Kita tidak tahu kapan akan membutuhkan sebuah pengetahuan saat ada kejadian yang mendesak seperti pengetahuan akan Alat-Alat Outbound atau Informasi tentang tempat-tempat penjualan serta harga dari alat-alat outbound.
Jika anda membutuhkan informasi tentang Alat-Alat Outbound silahkan anda cari di mesin pencari Google. Silahkan masukkan kata kunci yang berhubungan dengan Informasi tentang tempat-tempat penjualan serta harga dari alat-alat outbound untuk memudahkan proses pencarian di mesin pencari tersebut. Jika teman tentang Alat-Alat Outbound atau Informasi tentang tempat-tempat penjualan serta harga dari alat-alat outbound tidak berhasil anda temukan di Google, anda bisa mencarinya di Yahoo atau Bing, karena biasanya beda mesin pencari akan berbeda hasilnya.
JANGAN SALAH MEMILIH LOKASI OUTDOOR DAN OUTBOUND TRAINING JANGAN SALAH PILIH
Akhir-akhir ini banyak bermunculan operator outbound di seluruh penjuru tanah air, baik dari kalangan komunitas pencinta alam maupun dari praktisi bisnis yang sengaja membuka peluang bisnis ini. Berbicara mengenai motivasi…siapa yang tau? Artikel saya kali ini tidak akan mengupas tentang pertanyaan tersebut diatas, tetapi jika ada komentator yang menginginkan saya mengupas tuntas tentang pertanyaan tadi, mungkin saya akan segera mengungkapkannya, kita liat saja nanti.
Sungguh sangat memprihatinkan kondisi yang tengah terjadi di kancah bisnis training outdour ini, betapa tidak ? Ternyata, Safety procedure adalah wacana yang paling utama untuk disepelekan didalam penyelenggaraan jenis training outdoor ini. Hal ini terjadi karena pengetahuan dan pengalaman yang minim, bayangkan saja dengan bermodalkan pengetahuan yang baru-baru saja didapat di tambah pengalaman pernah mengikuti pelatihan outdoor ini juga browsing internet atau membeli buku kecil yang sudah banyak beredar mengenai jenis-jenis permainan outbound orang berani-beraninya membuka jasa training outdoor ini.
Oleh sebab itu, perusahaan yang berencana untuk melatih karyawannya dengan menggunakan bentuk training outdoor dengan menggunakan unsur-unsur alam bebas ini harus berperan sebagai “rem” dari operator-operator yang sesungguhnya membahayakan dirinya sendiri ini, yaitu dengan cara menjalankan beberapa tips dan trik sebelum menentukan operator outbound.
Safety procedure adalah hal mutlak yang harus mendasari bentuk training outdoor ini diselenggarakan. Tanyakan sedetil mungkin bagaimana proses demi proses berlangsung, dengan cara membesarkan volume intuisi Anda, sehingga diharapkan Anda bisa melihat “hal-hal aneh” yang mungkin terjadi seputar keselamatan karyawan Anda.
Jangan mudah tergiur oleh penawaran tempat dan fasilitas inap yang mewah, karena secara tidak langsung proses pembentukan karakter individu dan tim dalam rangkaian pelatihan ini tidak akan optimal. Karena salah satu kunci keberhasilan Training outdoor ini adalah membawa keluar para peserta dari lingkaran fasilitas yang nyaman.
Selalu fokus pada tujuan yang ingin dicapai didalam proses training outdoor ini, perhatikan bagaimana cara operator outbound menjawab untuk memperolehnya. Apabila operator outbound selalu terpaku pada jenis permainan, fasilitas apalagi harga. Saran saya, lupakan operator ini. Tetapi pilihlah operator outbound yang selalu concern pada sejarah keretakan atau ketidak harmonisan didalam tubuh perusahaan baik yang diakibatkan oleh perorangan maupun kelompok atau departemen tertentu, karena karakter operator yang seperti ini merasakan pentingnya sejarah tersebut untuk membuat sebuah alur dan tekanan-tekanan selama training outdoor berlangsung.
Operator outbound yang baik akan selalu memberikan pre and post test kepada karyawan yang mengikuti pelatihan. Hal ini sangat berguna sebagai indicator keberhasilan penyampaian materi selama mengikuti training outdoor.
Mintalah rundown acara yang akan diselenggarakan, dan pastikan setiap proses pelatihan berlangsung selalu ada orang yang bertanggung jawab (person in charge), sehingga jika terjadi kondisi urgent/emergency segera mengetahui orang yang dimintai pertanggung jawaban.
Saat presentasi, mintalah simulasi permainan yang sederhana dan pastikan sang simulator menggunakan metode brief – activity – debrief yang baik dan benar. Yaitu, kemampuan berbicara yang mampu menyampaikan bahasa secara lugas dan jelas tentang suatu permainan tertentu.
Pengetahuan teori dan praktek tentang jasa training outdoor ini begitu mudahnya disimulasikan dalam bentuk-bentuk permainan dengan menggunakan unsur-unsur alam bebas (bukit, sungai, pohon, dsb) dari yang sederhana sampai dengan yang rumit, dari yang menggunakan alat-alat bantu sederhana sampai dengan yang berat, dari resiko yang rendah atau low risk sampai dengan resiko tingkat tinggi (high risk) dan dari pengaruh yang berdampak rendah atau low impact sampai dengan pengaruh yang berdampak luar biasa atau high impact. Tetapi hal tersulit adalah memberikan penanaman-penanaman dalam kurun waktu cukup lama yang sungguh berari dirasakan oleh karyawan baik secara individu ataupun kelompok ketika kembali pada habitatnya didalam lingkungan kerja.
SETIAP tahunnya, akan ada ribuan orang bersaing untuk memperebutkan lapangan kerja yang tersedia di muka bumi. Setidaknya menurut statistiK tahun 2007, kurang lebih sebesar 15% penduduk Amerika berganti pekerjaan setahun sekali. Fenomena pergantian pekerjaan itu juga terjadi di negar-negara lain meskipun dengan persentase berbeda. Melihat pada fakta di atas, dipastikan bahwa tentunya tak sedikit orang yang bertanya-tanya mengenai jenis pekerjaan apa yang tepat?
Menjawab, bagaimana agar mereka dapat mencintai pekerjaan tersebut tanpa harus berganti profesi, Alexander Kjerulf, seorang expertise dalam bidang Happiness at Work, yang juga pengarang buku “Happy Hour is 9 to 5”, memaparkan beberapa tips untuk membantu para pencari kerja mendapatkan pekerjaan idamannya. Jadi, sebelum, berkutat dengan seluruh iklan lowongan pekerjaan yang terpampang di media massa, ada baiknya bagi Anda untuk membaca 8 tips Kjerulf yang dituangkan dalam blognya yang bertajuk positivesharing.com.

1. Memutuskan untuk beralih lebih awal daripada kemudian

Putuskan untuk berganti pekerjaan secepatnya, jangan menunda-nunda! Kadang-kadang orang memilih untuk bertahan di tempat yang lama sambil menunggu datangnya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Hal ini seharusnya dihindari. Ketika Anda tidak lagi nyaman dengan pekerjaan dan merasa bahwa itu bukanlah yang terbaik, saat itulah, Anda harus pergi dan mencari tempat pekerjaan baru.
Semakin lama Anda bertahan pada pekerjaan yang menurut Anda buruk, semakin banyak energi dan kepercayaan diri yang terbuang, yang seharusnya dapat Anda pergunakan untuk mencari pekerjaan baru.

2. Luangkan waktu untuk menemukan pekerjaan baru Anda

Pekerjaan yang pertama kali Anda lihat di lowongan kerja, bisa jadi adalah yang terbaik dan benar-benar Anda cari. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa itulah yang terburuk sehingga Anda pun harus melirik lowongan yang lain. Oleh karena itu, berilah waktu pada diri sendiri untuk mencari dan menyeleksi pekerjaan yang tepat. Jangan biarkan tekanan ekonomi, keluarga atau tekanan sosial mempengaruhi pilihan Anda.

3. Fokus pada apa yang Anda suka di tempat kerja, bukan pada apa yang Anda benci

Untuk dapat menyukai suatu pekerjaan, tidak bijak jika Anda hanya berfokus pada absennya hal-hal yang kita benci dalam pekerjaan tersebut. Ada baiknya jika Anda memikirkan kebaikan-kebaikan yang akan Anda dapatkan dari pekerjaan baru tersebut.
Beberapa hal dapat dilakukan untuk menumbuhkan keyakinan Anda akan adanya hal-hal baik yang akan Anda dapatkan dari suatu pekerjaan baru, misalnya :
  • Ingat kembali pada situasi tertentu, dimana saat itu Anda merasa bahagia di tempat kerja.
  • Tanyakan pada diri Anda, apa yang membuat hal tersebut terjadi?
  • Lakukan eksplorasi hal-hal apa saja yang potensif memberikan pengalaman hebat dalam pekerjaan Anda ke depannya.

4. Abaikan gaji

Kebanyakan orang berpikir bahwa semakin besar gaji yang didapatkan seseorang, maka tingkat kebahagiaannya pun lebih besar. Akan tetapi menurut studi yang dilakukan oleh Alan B. Krueger (ahli ekonomi) dan Nobel Laurete (psikolog) menyatakan bahwa orang dengan gaji di atas rata-rata memang memiliki kepuasan hidup yang tinggi, tetapi kebahagian yang lebih rendah dibandingkan orang-orang yang menikmati pekerjaan mereka dari waktu ke waktu.
Orang-orang dengan gaji tinggi tersebut cenderung tidak punya banyak waktu untuk mengisi hari-hari mereka dengan hal-hal yang menyenangkan.

5. Abaikan detail relevan lainnya

Saat mencari pekerjaan baru sebaiknya abaikan detail-detail yang tidak relevan dengan deskripsi pekerjaan. Misalnya saja, titel First Assistant manager, tunjangan mobil, status dan tekanan sosial seperti pendapat keluarga jika Anda memilih suatu pekerjaan.

6. Mintalah apa yang Anda inginkan

Tanyakan pada diri sendiri hal-hal apakah yang dapat membuat Anda menikmati sebuah pekerjaan. Katakan dengan jujur hal-hal tersebut jika ditanya dalam interview. Meskipun seandainya Anda tidak akan mendapatkan pekerjaan tersebut, sesungguhnya kita telah memposisikan diri untuk mendapat pekerjaan yang tepat.

7. Membuat pekerjaan yang besar

Setelah mendapatkan pekerjaan, selanjutnya Andalah yang berkuasa penuh untuk menjadikan pekerjaan tersebut menjadi luar biasa atau justru sebaliknya.

8. Buatlah diri Anda bebas untuk meninggalkan

Jika memang tidak dapat diperbaiki, yang buruk memang harus ditinggalkan. Jadi jangan ragu-ragu untuk melakukannya.
Jadi, lupakan tentang gaji, titel, status dan tunjangan. Ambilah sebuah pekerjaan berdasarkan satu pertimbangan, “Apakah pekerjaan tersebut akan membuat kita bahagia?” Dan pastikan jawabannya adalah “ya”.

Rabu, 11 Juni 2014




Cara Menghadapi Tes Wawancara Kerja – Interview

Cara Menghadapi Tes Wawancara Kerja - Interview
Bagaimana tips atau cara menghadapi tes wawancara kerja – interview? Bagi sebagian para muda, sesi interview kadang cukup menegangkan dan bahkan bikin keluar keringat dingin. Meskipun hanya berlangsung beberapa menit atau jam, namun interview seringkali membutuhkan kesiapan mental yang cukup. Terlepas dari posisi kamu mencoba untuk mendapatkan, namun sangat penting agar kamu benar-benar mempersiapkan diri. Yakinkan bahwa kamu mengetahui, mengapa kamu cocok untuk pekerjaan itu? Untuk itu ada baiknya para muda membaca tips dari 5fakta.com tentang 5 langkah mudah dalam menghadapi interview. So, semoga setelah membaca artikel kali ini kamu jadi semakin pede dalam menghadapi tes wawancara apapun.

5 Cara Menghadapi Tes Wawancara Kerja Atau Interview

1. Klarifikasi Pertanyaan dari Interviewer

Banyak dari kita terkadang merasa takut untuk mengklarifikasi pertanyaan-pertanyaan dari pewawancara atau interviewer. Hal ini terjadi karena kita khawatir bahwa pewawancara akan berpikir kamu tidak memperhatikan pada pertanyaan yang mereka ajukan. Padahal dengan mengklarifikasi pertanyaan, tujuannya adalah untuk memperjelas pertanyaan tersebut. Tentunya, diharapkan kamu tidak salah dalam menjawabnya. Selain itu, hal ini juga dapat membantu kamu lebih rilex dalam memberikan respon yang relevan dan bijak.

2. Berpikir Keras

Salah satu kesalahan yang banyak dialami pada saat wawancara adalah mengulur-ulur waktu ketika kamu tidak memiliki jawaban yang pas. Bahkan kadang secara spontan kita menjawab dengan kalimat “Saya tidak tahu.” Meski kamu tidak memiliki jawaban yang tepat dengan pertanyaan yang diajukan, ada baiknya coba untuk berpikir keras beberapa menit. Ini adalah taktik yang baik untuk mensiasati masalah ini.
“Pendekatan terbaik adalah tetap rendah hati,” kata Shon Burton, CEO HiringSolved. “Ulangi pertanyaan pewawancara, dan mulailah berpikir keras. Interviewer mungkin akan memberi petunjuk jika kamu sedang berpikir aktif bukan sengaja mengulur-ulur waktu.”

3. Komunikasi NonVerbal

Pada saat kamu pergi ke sebuah wawancara, apakah kamu menemukan diri kamu dalam keadaan gelisah dan menatap lantai atau meja ketika menjawab pertanyaan? Jika benar demikian, kamu mungkin akan melewatkan kesempatan yang ada di depan kamu.
“Komunikasi nonverbal yang baik berbicara banyak tentang si pelamar kerja,” kata Jonna Myers, koordinator layanan karir di Southwestern Oklahoma State University. “Ini adalah sesuatu yang kebanyakan orang tidak melatihnya, tapi itu membuatnya sangat jelas ketika Anda gugup.”
Myers menganjurkan agar berlatih melakukan wawancara dengan seorang teman atau belajar menjawab pertanyaan di depan cermin. Ini bertujuan untuk melatih kontak mata, bahasa tubuh dan indikator-bahasa lain yang akan mempengaruhi penilaian tentang kamu. Jangan lupa untuk berjabat tangan erat baik sebelum dan sesudah wawancara. Ingat, jangan menjauh atau menghindar dari kontak mata selama wawancara.

4. Pahami Resume Kamu Sendiri

Mengetahui resume kamu sendiri secara luar dalam adalah bagian sangat penting agar sukses dalam sesi wawancara. Seperti kita tahu bahwa banyak pencari kerja saat ini, menyesuaikan resume mereka agar sesuai dengan perusahaan atau posisi tertentu. Karenanya, pastikan kamu meluangkan waktu untuk memahami resume kamu sendiri. Jangan sampai di resume kamu tertulis A tapi ketika diberi pertanyaan kamu justru menjawab B. Hal ini akan membuktikan bahwa kamu kurang memahami diri kamu sendiri.

5. Gali Informasi Tentang Perusahaan

Setiap pencari kerja pasti akan dihubungi terlebih dahulu oleh perusahaan setempat sebelum menghadiri sesi interview. Hal ini sebaiknya kamu manfaatkan dengan menggali informasi lebih banyak tentang posisi yang kamu apply. Dan yang terpenting adalah cari informasi tentang perusahaan yang akan kamu datangi. Ini akan memberi nilai plus buat kamu. Artinya, kamu akan tampak paham tentang posisi yang kamu apply dan juga memiliki pengetahuan seperti apa perusahaan tersebut. Pewawancara akan terkesan dengan jawaban kamu terkait posisi yang kamu inginkan.
Salah satu cara paling mudah untuk mendapatkan informasi perusahaan setempat adalah dengan menggunakan LinkedIn. Cari juga informasi tentang orang-orang yang memiliki posisi sama dengan yang kamu apply. Biasanya, di LinkedIn juga kamu bisa mendapatkan informasi tentang event-event yang sedang dilakukan oleh perusahaan tersebut.