Tampilkan postingan dengan label English Presentesion and Negosiation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label English Presentesion and Negosiation. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juni 2014

"But" redirects here. For other uses, see BUT.
Not to be confused with conjugation (grammar).
In grammar, a conjunction (abbreviated CONJ or CNJ) is a part of speech that connects words, sentences, phrases or clauses. A discourse connective is a conjunction joining sentences. This definition may overlap with that of other parts of speech, so what constitutes a "conjunction" must be defined for each language. In general, a conjunction is an invariable grammatical particle, and it may or may not stand between the items it conjoins.
The definition may also be extended to idiomatic phrases that behave as a unit with the same function, eg "as well as", "provided that".
Many students are taught that certain conjunctions (such as "and", "but", "because", and "so") should not begin sentences. But authorities such as the Chicago Manual of Style state that this teaching has "no historical or grammatical foundation".[1]
A simple literary example of a conjunction: "the truth of nature, and the power of giving interest" (Samuel Taylor Coleridge's Biographia Literaria)[2]

Coordinating conjunctions

Coordinating conjunctions, also called coordinators, are conjunctions that join, or coordinate, two or more items (such as words, main clauses, or sentences) of equal syntactic importance. In English, the mnemonic acronym FANBOYS can be used to remember the coordinators for, and, nor, but, or, yet, and so.[3] These are not the only coordinating conjunctions; various others are used, including[4]:ch. 9[5]:p. 171 "and nor" (British), "but nor" (British), "or nor" (British), "neither" ("They don't gamble; neither do they smoke"), "no more" ("They don't gamble; no more do they smoke"), and "only" ("I would go, only I don't have time").
Here are some examples of coordinating conjunctions in English and what they do:
and 
presents non-contrasting item(s) or idea(s) ("They gamble and they smoke.")
nor 
presents a non-contrasting negative idea ("They do not gamble, nor do they smoke.")
but 
presents a contrast or exception ("They gamble, but they don't smoke.")
or 
presents an alternative item or idea ("Every day they gamble or they smoke.")
yet 
presents a contrast or exception ("They gamble, yet they don't smoke.")
so 
presents a consequence ("He gambled well last night so he smoked a cigar to celebrate.")

Correlative conjunctions

'Correlative' conjunctions work in pairs to join words and groups of words of equal weight in a sentence. There are six different pairs of correlative conjunctions:
  1. either...or
  2. not only...but (also)
  3. neither...nor
  4. both...and
  5. whether...or
  6. just as...so
Examples:
  • You either do your work or prepare for a trip to the office.
  • Not only is he handsome, but he is also brilliant.
  • Neither the basketball team nor the football team is doing well.
  • Both the cross country team and the swimming team are doing well.
  • Whether you stay or you go, it's your decision.
  • Just as many Americans love basketball, so many Canadians love ice hockey.

Subordinating conjunctions

Subordinating conjunctions, also called subordinators, are conjunctions that join an independent clause and a dependent clause, and also introduce adverb clauses. The most common subordinating conjunctions in the English language include after, although, as, as far as, as if, as long as, as soon as, as though, because, before, "even if", even though", "every time" if, in order that, since, so, so that, than, though, unless, until, when, whenever, where, whereas, wherever, and while.
Complementizers can be considered to be special subordinating conjunctions that introduce complement clauses: e.g. "I wonder whether he'll be late. I hope that he'll be on time". Some subordinating conjunctions (until and while), when used to introduce a phrase instead of a full clause, become prepositions with identical meanings.
The subordinating conjunction performs two important functions within a sentence: illustrating the importance of the independent clause and providing a transition between two ideas in the same sentence by indicating a time, place, or cause and thus effecting the relationship between the clauses.[6]
In many verb-final languages, subordinate clauses must precede the main clause on which they depend. The equivalents to the subordinating conjunctions of non-verb-final languages such as English are either
Such languages often lack conjunctions as a part of speech, because:
  1. the form of the verb used is formally nominalised and cannot occur in an independent clause
  2. the clause-final conjunction or suffix attached to the verb is a marker of case and is also used in nouns to indicate certain functions. In this sense, the subordinate clauses of these languages have much in common with postpositional phrases.
In other West Germanic languages like German and Dutch, the word order after a subordinating conjunction is different from that in an independent clause, e.g. in Dutch want ("for") is coordinating, but omdat ("because") is subordinating. The clause after the coordinating conjunction has normal word order, but the clause after the subordinating conjunction has verb-final word order. Compare:
Hij gaat naar huis, want hij is ziek. ("He goes home, for he is ill.")
Hij gaat naar huis, omdat hij ziek is. ("He goes home, because he is ill.")
Similarly, in German, "denn" (for) is coordinating, but "weil" (because) is subordinating:
Er geht nach Hause, denn er ist krank. ("He goes home, for he is ill.")
Er geht nach Hause, weil er krank ist. ("He goes home, because he is ill.")

See also

References

  1. University of Chicago (2010). The Chicago Manual of Style (16th ed.). Chicago: Univ. of Chicago Press. p. 257. ISBN 978-0-226-10420-1.
  2. Greenblatt, Stephen (2006). The Norton Anthology of British Literature, 8th Ed. Vol. D. New York: Norton. p. 478.
  3. Paul; Adams, Michael (2009). How English Works: A Linguistic Introduction (2nd ed.). New York: Pearson Longman. p. 152. ISBN 978-0-205-60550-7.
  4. Algeo, John (2006). British or American English? A Handbook of Word and Grammar Patterns. Cambridge Univ. Press.
  5. Burchfield, R. W., ed. (1996). Fowler's Modern English Usage (3rd ed.).
  6. http://www.gingersoftware.com/content/grammar-rules/conjunctions/subordinating-conjunctions/
  7. Dryer, Matthew S. (2005). "Order of adverbial subordinator and clause". In Haspelmath, Martin; Dryer, Matthew S.; Gil, David; Comrie, Bernard. The World Atlas of Language Structures. Oxford University Press. ISBN 0-199-25591-1.

External links

Halaman ini merupakan pedoman di Wikipedia bahasa Indonesia. Isinya telah diterima luas oleh para pengguna dan dianggap sebagai standar yang harus diikuti oleh semua pengguna. Sebelum menyunting halaman ini, pastikan suntingan Anda menggambarkan konsensus. Gunakan halaman pembicaraan untuk mengusulkan perubahan.
Artikel ini adalah suatu pedoman dan bukan kebijakan. Isi artikel ini merupakan kumpulan saran bagaimana membuat suatu artikel menjadi lebih baik. Anda dapat membantu melengkapi artikel ini dengan menambahkan pendapat Anda, atau menerjemahkan dari artikel aslinya.

Gaya dan nada penulisan

Masing-masing orang yang melakukan kontribusi artikel maupun penyuntingan artikel memiliki gaya penulisan yang berbeda-beda. Hal ini menyumbang keunikan dan hak istimewa yang dimiliki oleh para kontributor itu sendiri. Meskipun demikian, hal yang berkenaan dengan pemilihan kata (diksi) dan istilah hendaknya tetap menjadi perhatian utama oleh para kontributor.
Ada dua gaya penulisan yang dipandang sesuai untuk artikel Wikipedia. Lebih jauh lagi, penulis harus selalu memperhatikan bahwa nada tulisan bersifat resmi (formal), dingin (impersonal), dan netral (tidak memihak: takbias, tidak emosional, dan bersih dari prasangka).

Gaya berita/jurnalistik

Sejumlah kontributor menyarankan penggunaan gaya penulisan berita. Gaya ini adalah gaya prosa untuk berita di halaman muka surat kabar atau buletin berita yang disiarkan radio dan televisi. Ciri pokoknya adalah penempatan informasi penting di bagian awal, dan informasi kurang penting menyusul di belakangnya. Bentuk ini dimaksudkan pada awalnya agar para penyunting dapat memotong bagian bawah berita apabila berita itu kekurangan ruang di layout; gaya ini mengutamakan informasi penting karena kebanyakan orang memerlukan informasi penting segera, sedangkan informasi kurang penting dapat dicari belakangan.
Artikel ensiklopedia tidak harus mengikuti gaya penulisan berita, tetapi keterbiasaan dengan gaya ini dapat membantu merencanakan gaya dan tata letak suatu artikel. Perlu pula disadari bahwa gaya penulisan berita bukan berarti nada penulisan seperti berita hiburan dapat diterima (lihat bagian Nada penulisan).

Gaya ringkasan

Gaya ringkasan adalah gaya penulisan yang bermiripan dengan gaya berita, namun berlaku untuk mengetengahkan topik-topik yang akan dijelaskan kemudian. Gaya ini dipakai untuk mengawali subbagian-subbagian, bukan paragraf-paragraf baru.
Ide dasar gaya ini adalah untuk membagikan informasi kepada pembaca yang mengharapkan sejumlah informasi rincian. Pembaca dapat memutuskan sendiri apakah mereka akan membaca rincian yang diberikan atau cukup ringkasan di awalnya saja.
Ada dua alasan utama menggunakan gaya ringkasan. Yang pertama adalah pembaca memerlukan derajat rincian yang berbeda-beda: beberapa pembaca hanya menginginkan ringkasan singkat (sehingga dapat membaca bagian pengantar saja), pembaca yang lainnya memerlukan lebih banyak informasi (di sinilah gaya ringkasan dapat membantu), dan pembaca yang berminat akan rincian yang mendalam dapat membaca subbagian-subbagian yang menyertai. Alasan lainnya adalah bahwa artikel yang terlalu panjang akan mempersulit pembacaan dan terancam mengalami pengulangan yang tidak perlu. Ringkasan tetap memperhatikan kelengkapan substans.

Nada penulisan

Artikel Wikipedia, dan isi artikel ensiklopedik lainnya, harus ditulis dengan nada resmi. Standar untuk nada resmi tidak seragam karena tergantung kepada subjek yang dibahas. Dianjurkan untuk mengikuti gaya yang digunakan oleh Sumber terpercaya, dengan tetap menjaga agar artikel jernih dan mudah dimengerti. Nada resmi berarti bahwa artikel seharusnya tidak ditulis menggunakan jargon, bahasa yang rumit seperti bahasa legal, argot (kata-kata yang hanya dapat dipahami oleh golongan atau kelas tertentu), atau bahasa yang taksa, dan kabur. Bahasa Indonesia yang digunakan semestinya tegas, ringkas, dan efektif.
Artikel seharusnya tidak ditulis dari sudut pandang orang pertama atau kedua. Artikel yang ditulis seperti ini kerap kali dihapus. Kata ganti orang pertama seperti "saya" atau "kami" menyiratkan sudut pandang yang tidak konsisten dengan sudut pandang netral. Meskipun begitu "kita" mungkin dapat digunakan dalam konteks matematika. Kata ganti seperti "kamu", "Anda", atau "kalian" sering muncul dalam petunjuk penggunaan, dan karena itu tidak cocok untuk ensiklopedia. Kata ganti orang pertama dan kedua selayaknya hanya digunakan dalam artikel dalam kutipan langsung yang relevan dengan subjek yang dibahas.
Bahasa Indonesia pada umumnya tidak mengenal gender. Namun bila Anda menemukan kata bergender, dan ada alternatif kata tanpa gender yang dapat digunakan, pilihlah kata tersebut. Misalnya pilihlah kata "anak", bukan "putra" atau "putri" bila informasi gender tidak diperlukan.
Tanda baca penekanan hanya boleh muncul menurut kesepakatan umum dalam praktik sehari-hari. Tanda seru ("!") selayaknya dipakai hanya pada kutipan langsung.

Pikirkan khalayak pembaca

Dalam menyajikan sebuah artikel perlu dipertimbangkan bahwa artikel yang dimuat di Wikipedia Indonesia adalah artikel yang dapat dibaca oleh semua kalangan berpendidikan atau tidak, kalangan politisi atau aparat yang berwenang, rakyat jelata atau orang awam, dan lain sebagainya. Asumsikan bahwa pembaca membaca artikel di Wikipeda untuk belajar. Mungkin saja pembaca tersebut tidak mengetahui subjek artikel sama sekali: artikel di Wikipedia harus menjelaskan subjeknya secara menyeluruh.
Hindari penggunaan jargon jika dimungkinkan. Suatu artikel yang berjudul "Penggunaan skala kromatik di era awal musik Barok" kemungkinan besar akan dibaca oleh musisi, sehingga pemberian detil teknis dan jargon sangat tepat dilakukan. Sebaliknya, artikel berjudul "Musik Rap" mungkin akan dibaca oleh remaja tanggung yang hanya ingin penjelasan ringkas dan mudah dimengerti, yang akan dilanjutkan atau dihubungkan dengan penjelasan detil jika diperlukan. Jika jargon digunakan dalam artikel, penjelasan singkat harus diberikan di dalam artikel tersebut. Usahakan menyeimbangkan keluasan dan detail artikel sehingga pembaca dapat memperoleh informasi darinya.

Mengevaluasi konteks

Berikut adalah hal-hal yang dapat dipikirkan untuk membantu Anda mempertimbangkan apakah konteks artikel tertentu cukup luas bagi pembaca:
  • Apakah artikel tersebut dapat dipahami jika pembaca memperolehnya dari menu navigasi Halaman sembarang? (Istimewa:Halaman sembarang)
  • Bayangkanlah diri Anda seorang awam yang bisa berbahasa Indonesia dari negara lain. Dapatkah Anda memahami artikel tersebut?
  • Apakah orang dapat memahami isi artikel tersebut jika ia membaca hasil cetakan halaman pertamanya saja?
  • Apakah pembaca menjadi tertarik untuk membaca isi pranala yang diberikan?

Bangun jaringan halaman

Pertimbangkan untuk meletakkan artikel dalam suatu jaringan artikel yang saling bertautan. Buatlah pertautan ke atas, kategorisasi dan konteks artikel (misal: Amien Rais adalah seorang politisi, Gunung Arjuna adalah suatu gunung di Jawa Timur). Buat pertautan ke artikel sejenis (untuk proton lihat pula elektron, batas Sumatera Utara dan Sumatera Barat). Jangan membuat struktur kategori terlalu dalam dan sempit, atau terlalu mendatar. Membuat sistem kategori dari atas ke bawah (umum ke spesifik) akan menolong untuk membuat artikel di dalam subkategori.
Selain itu, hindarilah membuat artikel yatim. Jika menulis artikel baru, pastikan ada halaman lain yang memiliki pranala menuju artikel Anda.

Jelaskan yang sudah jelas

Jelaskan fakta-fakta yang mungkin sudah jelas bagi Anda tetapi belum tentu jelas bagi pembaca. Biasanya pernyataan semacam ini merupakan kalimat-kalimat pertama pada artikel. Contohnya, perhatikan kalimat berikut:
Ford Thunderbird diciptakan untuk menanggapi Chevrolet Corvette dan mulai diproduksi pada tahun 1955.
Di sini tidak disebutkan karakteristik utama Ford Thunderbird, yaitu sebuah mobil. Artikel tersebut mengasumsikan bahwa pembaca sudah mengetahui hal tersebut, padahal asumsi itu belum tentu benar, terutama bila pembacanya tidak mengenal Ford atau Chevrolet. Sebaiknya ditulis:
Ford Thunderbird adalah mobil yang diproduksi di Amerika Serikat oleh Ford Motor Company.
Namun demikian, penjelasan tidak perlu diberikan secara berlebihan. Misalnya, istilah umum seperti "mobil" tidaklah perlu dijelaskan artinya.

Tetap fokus pada topik artikel

Artikel yang baik tidak mengandung informasi tak relevan maupun informasi yang sedikit relevan. Ketika menulis artikel, mungkin Anda melenceng ke topik sampingan. Masukkan informasi tambahan semacam itu pada artikel berbeda yang lebih sesuai dengan topik baru tersebut. Pranala dapat diberikan ke artikel baru ini dan pembaca yang tertarik dapat mengikuti pranala tersebut, sementara pembaca yang tidak tertarik tidak perlu terganggu.

Gunakan istilah yang jelas, tepat, dan akurat

Penggunaan istilah perlu mendapat perhatian khusus bagi yang hendak melakukan kontribusi halaman dan penyuntingan artikel dengan tetap memperhatikan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang telah diatur oleh Pemerintah Indonesia. Penggunaan istilah baru atau yang kurang umum hendaknya diberi penjelasan tambahan berupa kurung buka dan kurung tutup, setelah akhir kalimat beri tanda bintang di samping titik; kemudian selesai artikel ditulis buat bagian baru dengan nama catatan kaki, dan cara terakhir dengan kurung buka segitiga untuk merujuk ke referensi.

Tips Untuk tata cara Presentasi

Meningkatkan ketrampilan presentasi sering diabaikan oleh banyak orang. Ada anggapan bahwa melakukan presentasi itu mudah, karena dianggap presentasi sama saja dengan berbicara di depan orang lain dan hal tersebut sudah biasa dilakukan dalam kegiatan sehari-hari.
Anggapan ini bisa tiba-tiba berubah pada saat seseorang harus menjalankannya. Pada saat diminta/ditugasi untuk melakukan presentasi barulah sadar bahwa ternyata melakukan presentasi tidaklah semudah seperti yang dipikirkan.
Melalui tulisan ini diharapkan dapat membantu anda melakukan/menyampaikan presentasi yang berhasil.

Mengapa Presentasi?
Ketramplan presentasi adalah salah satu teknik yang dikembangkan oleh ilmu komunikasi. Salah satu tujuan presentasi yang perlu selalu diupayakan adalah untuk mengejar tingkat komunikasi yang lebih baik/efektif.
Ada banyak tujuan presentasi diantaranya adalah untuk mempertunjukkan layanan/produk, untuk menghibur, untuk membentuk citra atau strategi, untuk mengusulkan ide, dll (Panton, et al,1996;67-68).
Tentu saja untuk mencapai maksud tersebut ada banyak tahap yang harus dijalani.

Pemilihan Gaya Presentasi
Sebelum masuk kepada persiapan atau perencanaan presentasi, hal yang harus kita tentukan adalah gaya presentasi.
Ada 4 gaya presentasi yaitu:

1. Impromptu speaking , Berbicara/presentasi tanpa persiapan karena tujuannya adalah berbicara spontan dan informal
2. Extemporaneous speaking , Hampir sama dengan impromptu karena tujuannya informal tetapi dengan persiapan mungkin melalui catatan kecil atau sekedar mengingatnya luar kepala
3. Manuscript speaking , Presentasi gaya ini berarti kita melakukan langkah – langkah persiapan dengan lebih detail
4. Memorized Speaking , Presentasi tanpa catatan tetapi semua topik bahasan dihapal luar kepala

Tentu saja masing-masing gaya memiliki kelebihan dan kekurangannya. Hal-hal yang akan disampaikan kali ini merupakan dasar-dasar presentasi yang dengan modifikasi tertentu dapat digunakan bagi semuanya

Persiapan/Perencanaan PRESENTASI
Perencanaan yang baik akan menghasilkan presentasi yang baik pula. Hal-hal yang perly dipersiapkan/direncanakan adalah :

1. Tentukan tujuan,topik dan masalah yang akan diangkat
Apakah tujuan presentasi yang ingin dilakukan adalah memberi informasi, meyajinkan audiens atau ingin memobilisir audiens.Tujuan tersebut berkaitan erat dengan pengangkatan topik/tema
2. Kenali audiens
Untuk siapa kita berbicara, bagaimana mereka dan dimana serta kapan kita akan berbicara
3. Persiapkan kebutuhan pendukung presentasi
Apakah kita perlu membuat hand out? Menggunakan media apa?Bagaiamana susunan kelas/ruang
4. Tentukan Alokasi Waktu
Pada presentasi terbagi dalam 3 elemen yaitu Pendahuluan/Pengantar, Isi presentasi dan Kesimpulan.Tidak ada ketentuan yang pasti untuk alokasi waktu bagi ke tiga elemen tersebut tetapi biasanya alokasi waktu dibagi menjadi
Pengantar, tujuan dan alasan diadakannya presentasi – 10% dari alokasi waktu keseluruhan
Pengantar kepada tema/pokok bahasan utama – 20%
Pengembangan tema/bahasan utam – 40%
Pengintegrasian tema/memadukan tema pokok bahasan utama-20%
Ringkasan dan Kesimpulan – 10%

Pengantar /Pendahuluan
Penting untuk diketahui bahwa 1-2 menit pertama adalah saat yang paling crucial dalam sebuah presentasi karena impresi pertama ini menentukan apakah presentasi anda “perlu disimak”atau tidak.


Tips untuk menyampaikan sebuah pendahuluan yang efektif adalah

* Sampaikan pendahuluan dengan singkat dan jelas
* Bawa audiens kepada pengetahuan tentang topik yanga kan dibicarakan
* Ciptakan antusiasme audiens
* Bangkitkan minat audiens pada topik yang akan disampaikan
* Ciptakan kontak/komunikasi dengan audiens
* Paparkan susunan topik/bahan yang akan dibicarakan
* Jika menggunakan alat bantu,terangkan apa tujuan penggunaan alat tersebut.
* Persiapkan audiens untuk masuk kedalam isi/inti dari presentasi. Sebagai jembatan untuk masuk kedalam isi/inti presentasi dapat digunakan humor, data statistik, cuplikan dari kata-kata orang terkenal, dll

Isi Presentasi
Bagian ini memuat informasi terbanyak tentang topik/tema yang akan kita sampaikan oleh karena itu persiapan tentang data pendukung sangat penting. Diharapkan melalui bagian ini, audiens dapat memahami dengan jelas semua hal yang ingin anda sampaikan.

Kesimpulan
Kesimpulan tidak kalah pentingnya dengan kedua bagian terdahulu. Semenarik apapun pendahuluan dan isi presentasi anda, melalui kesimpulan yang tidak fokus dan tidak jelas, ini akan menurunkan impresi audiens terhadap semua yang telah anda sampaikan.


Tips dalam membuat kesimpulan/penutup

* Siapkan audiens untuk sampai pada bagian ini.Lakukan melalui perubahan suara atau nada bicara.
* Ulangi point – point penting dari seluruh bahasan.
* Jika tujuan adalah mempersuasi, ajak audiens untuk melakukan sesuatu atau minimal mengajukan pendapat.
* Sediakan sessi tanya jawab secukupnya.
* Satukan poin-poin yang ada, yang mungkin muncul juga dari audiens.
* Satu hal yang tidak boleh dilakukan adalah … ucapan terimakasih atas perhatian audiens.

Penyusunan Outline
Komponen yang perlu muncul dalam outline sebuah presentasi adalah Pendahuluan, Isi,Kesimpulan dan jika diperlukan dapat pula muncul sebuah komponen lain yaitu Transisi (sebagai pengantar untuk masuk kepada segmen yang lain/sessi berikutnya)
Jika anda menggunakan alat presentasi misalnya OHP atau LCD projector , berikut ini ada tips yang mungkin dapat dipertimbangkan:

* Gunakan sedikit lata untuk mengkomunikasikan ide anda
* Informasi seyogyanya tidak lebih dari 6 baris dan tidak lebih dari 6 kata per baris.
* Gunakan penutup atau pointers untuk menekankan ide.
* Gunakan gambar, bentuk, grafik, warna tetapi tidak lebih dari 3 warna
* Jika anda menulis transparan OHP, gunakan kertas/mal sehingga tulisan menjadi rapi.
* Pilihan huruf gunakan tinggi huruf minimal 6 mm
* Jika menggunakan lebih dari satu transparansi, jangan menaruh transparansi terlalu lama karena ingin akan melelahkan mata
* Perhatikan tampilan transparan anda, jika transparan tersebut masih ingin digunakan lagi, simpan dengan diselingi kertas ditempat yang cukup bersih

MELAKUKAN PRESENTASI

1. Sebelum Presentasi
General rehearsal akan membawa hasil yaitu dengan mencoba kembali rangkaian presentasi anda. Anda dihimbau untuk tidak terlalu sering melakukan latihan karena ini bisa menurunkan semangat anda pada saat anda presentasi yang sebenarnya.
Cek kembali suara anda, cek kembali sound yang akan digunakan.
Lihat/cek lokasi juga adalah tindakan yang baik sebagai persiapan pra presentasi.
2. Selama Presentasi
Hal – hal yang perlu diketahui dari bagian ini adalah bagaimana mengoptimalkan penggunaan teknik-teknik presentasi sebagai berikut
· Penggunaan dan Pemilihan kata
Singkat, jelas, dapat dimengerti, serta disampaikan dengan cara penuh semangat, menarik dan membangkitkan motivasi.
Jika perlu gunakan analog dan juga gambar-gambar
Hindari jargon, bahasa daerah yang belum tentu dipahami semua audiens.
Minimalisir kata atau ucapan yang tidak perlu misalnya mmm… anu…ee..
· Jaga Penampilan
Sesuaikan dengan situasi, pilih pakaian yang pantas dan tidak terlalu berlebihan.
Hindari penggunaan apapun yang akan merebut perhatian dari isi presentasi anda misalnya perhiasan, parfum yang berlebihan.
Jaga gesture supaya tidak terlalu berlebihan atau malah mungkin menunjukkan kegugupan anda.
· Penggunaan suara
Sampaikan pesan dengan teratur, menarik, masuk akal dan komprehensif.
Jaga volume, nada, irama dan tempo berbicara serta perhatikan pengaturan nafas.
· Penggunaan bahasa tubuh
Perhatikan gerak dan bahasa tubuh.Jangan takut untuk melakukan gerakan tetapi usahakan sealami mungkin.
Ekspresi wajah sangat mendukung oleh karena itu ekspresi perlu ditunjukkan agar audiens tidak merasa bosan.
· Penggunaan catatan kecil
Pastikan ringkasan yang dibuat dapat terbaca karena tidak mungkin anda menuliskannya dalam kertas berukuran besar mis A4 atau bahkan ½ dari A4
Jika anda ingin menggunakan kertas yang agak besar (mungkin akan sedikit menyolok) maka persiapkan bahan catatan pada kertas/bahan yang menarik.Gunakan alat tulis dengan warna berbeda untuk menunjukkan saat anda harus mengubah tempo, nada, irama, dll.
· Tingkatkan kemampuan fasilitasi
Ketrampilan fasilitasi terdiri dari kemampuan memperhatikan,
Mengobservasi, mendengarkan dan bertanya.
Memperhatikan berarti secara fisik memperlihatkan bahwa presenter memperhatiakn audiens. Hal ini dapat dilakukan dengan memandang audiens, mempertahankan kontak mata, bergerak terhadap/menuju audiens dan menghindari perilaku yang mengganggu misalnya meremas-remas kertas, melihat jam berkali-kali, mengusap-usap rambut, dll
Ketrampilan mengobservasi dapat membantu presenter menilai apakah presentasi kita dapat diterima. Berdasarkan observasi selama kegiatan berlangsung kita dapat memutuskan untuk melanjutkan presentasi sesuai rencana atau memodifikasi presentasi agar dapat merespon kebutuhan audiens.
Kemampuan mengobservasi non verbal misalnya jika audiens mengangguk-angguk atau tersenyum berarti audiens antusias atau memahami. Melihat dengan pandangan kosong berati bosan atau bingung, dll
Keterampilan ini memang butuh latihan karena tidak tertutup kemungkinan kadang-kadang kita salah membuat inferensi non verbal audiens.
Ketrampilan mendengar
Melalui mendengarkan secara timbal balik anda dapat saling tukar menukar info atau feed back antara presenter dan audiens.
Mendengarkan ada 2 langkah yaitu mendengar kata-kata yang diekspresikan dan membuat parafrase untuk memperlihatkan pemahaman.
Mendengarkan kata-kata yang diekspresikan berarti mempertahankan konsentrasi terhadap yang dikatakan orang (audiens) dan membuat parafrase untuk memperlihatkan pemahaman berarti interaksi dengan pembicara untuk meyakinkan pengertian terhadap informasi yang diberikan pembicara
3. Sesudah presentasi
Seperti telah disebutkan dimuka, seyogyanya kita menyediakan sessi tanya jawab. Tidak perlu kita hindari sessi ini karena ketakutan kita akan kemungkinan –kemungkinan yang tidak kita harapkan karena justru melalui sessi tanya jawab ini kita dapat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh audiens dan dapat kita jadikan tolok ukur apakah kita berhasil dalam menyampaikan ide.

Sekelumit tips dan trik di atas semoga dapat membantu anda menyampaikan sebuah presentasi yang berhasil. Dapat diyakini bahwa apa yang telah disampaikan di atas kurang memadai jika tidak dibarengi dengan praktek, karena itu “Practise Makes Perfect” sangatlah benar … !!